Padakkalawa.desa.id — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AMP Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi di Cafe & Resto Marza 88, Kabupaten Sidrap. Pertemuan tersebut dihadiri Ketua AMP Sulsel Andi Mappakaya Amir, Sekretaris Umum AMP Sulsel Khairudin, S.IP, serta sejumlah ketua AMP kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Hadir dalam rapat tersebut para ketua AMP dari Wajo, Toraja, Toraja Utara, Pinrang, Bone, Enrekang, Sidrap, Tana Toraja, Luwu, Soppeng, Luwu Utara, dan Luwu Timur.
Rapat koordinasi membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan pemerintahan desa serta program pemberdayaan dan ketahanan pangan.
Salah satu agenda utama adalah konsolidasi terkait isu tidak adanya pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada tahun 2027, 2028, dan 2029. Dalam pembahasan tersebut, AMP menyampaikan rekomendasi agar apabila terjadi kekosongan kepemimpinan desa dan diperlukan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt), figur yang dipertimbangkan hendaknya merupakan tokoh yang representatif, memiliki ketokohan, serta mendapat penerimaan dari masyarakat desa.
Hasil pembahasan tersebut selanjutnya akan dikonsolidasikan dan disuarakan oleh AMP pada tingkat yang lebih tinggi hingga ke tingkat pusat.
Selain isu pemerintahan desa, rapat juga membahas program swasembada pangan, khususnya rencana pengembangan kandang ayam petelur dalam program APDESI Merah Putih. Program tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa.
Ketua AMP Sulsel Andi Mappakaya Amir menegaskan pentingnya koordinasi dan konsolidasi antarwilayah agar berbagai aspirasi desa dapat disampaikan secara bersama-sama dan memiliki arah perjuangan yang jelas.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, solidaritas, serta sinergi AMP Sulsel bersama jajaran AMP kabupaten dalam mengawal berbagai kepentingan dan program strategis bagi pemerintahan serta masyarakat desa di Sulawesi Selatan.





