Lompat ke konten

Berita & Info

Sinergi Adat dan Siar Islam, Cara Jitu Tingkatkan Kualitas Pertanian di Pedesaan

15 views

Padakkalawa.desa.id — Desa Padakkalawa Kecamatan Mattiro Bulu, 15 Oktober 2025. Upaya meningkatkan kualitas pertanian di Desa Padakkalawa kini dilakukan dengan cara yang unik dan bermakna, yakni melalui penguatan adat istiadat yang berpadu dengan penyebaran nilai-nilai Islam. Pendekatan ini dinilai efektif membangkitkan semangat petani untuk bekerja lebih produktif tanpa meninggalkan jati diri dan tradisi leluhur.

Pemerintah Desa telah lama konsisten menghidupkan kegiatan adat seperti mappalili atau doa bersama sebelum turun ke sawah. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga bentuk rasa syukur atas rezeki dan kesuburan tanah. Melalui kegiatan adat yang dikemas religius, nilai-nilai Islam tentang kerja keras, kejujuran, dan keberkahan rezeki turut disebarluaskan di tengah para petani.

“Adat dan agama harus berjalan seiring. Ketika kita menjaga alam, itu bagian dari ibadah. Pertanian bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga keberkahan,” ujar salah satu tokoh agama setempat.

Selain menghidupkan tradisi dan nilai spiritual, para petani juga mulai menerapkan teknologi pertanian modern seperti penggunaan pupuk organik, pengelolaan air hemat, dan diversifikasi tanaman. Penyuluh pertanian bersama tokoh adat dan ulama berkolaborasi dalam berbagai kegiatan pelatihan yang menggabungkan ilmu praktis dengan nasihat keagamaan.

Kepala desa Haedar Ahmad menyampaikan bahwa program ini mendapat dukungan penuh pemerintah daerah. “Kita ingin membangun pertanian yang maju, tapi tetap berakar pada nilai budaya dan keislaman. Ini menjadi ciri khas daerah kita,” ujarnya.

Kami canangkan sejak lama beberapa Program seperti :
Mappalili, Mappasoro (Mappadendang), Zikir dan Doa setiap Malam Jumat, Zikir dan pengajian Majelis Ta’lim, dan terutama terus berupaya mengajak masyarakat untuk mengeluarkan Zakat Harta Pertaniannya, Cetusnya.
Hal senada disampaikan salah satu tokoh tani, perkembangan produktivitas pertanian saat ini, sangat meningkat sebutnya saja beberapa warga sawah 12 Are mampu dapat 8,5 Karung, sawah 30 Are mampu capai 25,5 karung gabah dan 80 Are mampu capai 55 karung.

Dengan sinergi antara adat, agama, dan ilmu pertanian, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produksi hasil tani, tetapi juga membangun ketahanan sosial dan spiritual. Pendekatan ini dianggap sebagai langkah strategis menuju pertanian berkelanjutan yang membawa kemajuan sekaligus keberkahan bagi masyarakat

@Haedar Ahmad

Share

Post A Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *